Orcastra Orcastra
FAQ

Semua yang mungkin mau kamu tanyain
sebelum naruh Orcastra di depan cluster kamu.

Nggak nemu jawabannya? Tanya langsung di Discourse, atau cek repository Orcastra di GitHub.

Umum

4 PERTANYAAN

Orcastra itu sebenarnya apa?

Orcastra adalah open-source control plane atau bisa juga disebut cloud management platform untuk mengelola banyak cluster LXD, Incus, dan MicroCloud dari satu tempat.

Daripada buka dashboard, CLI, atau endpoint satu per satu di tiap cluster, Orcastra kasih kamu satu dashboard dan satu API untuk ngelola semuanya.

Orcastra itu hypervisor baru?

Bukan. Orcastra nggak menggantikan LXD, Incus, atau MicroCloud.

Infrastructure tetap jalan di platform aslinya. Orcastra hanya duduk di atasnya sebagai management layer.

Kalau Orcastra dimatikan, instance, network, storage, dan cluster kamu tetap jalan seperti biasa.

Kenapa nggak langsung pakai lxc atau incus CLI?

Boleh banget. Bahkan Orcastra memang dibuat supaya kamu tetap bisa pakai native CLI kapan saja.

Orcastra berguna ketika jumlah cluster, node, project, user, dan customer mulai banyak dan kamu butuh:

satu inventory satu dashboard centralized access control audit trail monitoring API multi-cluster operations

CLI tetap ada. Orcastra cuma bikin operational overhead-nya jauh lebih kecil.

Orcastra cocok buat siapa?

Biasanya buat tim yang sudah mulai punya infrastructure lebih dari sekadar satu server. Contohnya:

Cloud Service Provider Managed Service Provider Platform Engineering Team Internal Private Cloud Campus & Research Computing Enterprise Infrastructure Team Lab atau Edge Infrastructure dengan banyak lokasi

Kalau cuma punya satu node buat homelab, Orcastra tetap bisa dipakai — cuma mungkin kamu belum benar-benar membutuhkan semua fiturnya.

Platform

5 PERTANYAAN

Platform apa saja yang didukung?

Saat ini Orcastra fokus ke LXD, Incus, dan MicroCloud.

Satu Orcastra bisa mengelola beberapa cluster dengan platform yang berbeda.

Bisa manage banyak cluster sekaligus?

Ya. Itu memang salah satu alasan utama Orcastra dibuat.

Kamu bisa register banyak cluster dan melihat semuanya sebagai satu infrastructure estate. Cluster bisa berada di:

datacenter berbeda kota berbeda negara berbeda edge location environment customer yang berbeda

Harus semua cluster pakai platform yang sama?

Nggak. Satu site bisa pakai LXD, site lain Incus, dan site lain MicroCloud.

Orcastra memberikan operating experience yang sama di atas semuanya.

Bisa manage container dan virtual machine?

Bisa. LXD dan Incus mendukung system container dan KVM virtual machine, dan Orcastra bisa mengelola keduanya dari interface yang sama.

Saat membuat instance, kamu tinggal pilih:

Container Lebih ringan dan cepat startup.
Virtual Machine Full isolation dengan kernel sendiri.

Orcastra menyimpan configuration cluster sendiri?

Orcastra menyimpan data yang dibutuhkan untuk menjalankan control plane, tetapi cluster tetap menjadi source infrastructure yang sebenarnya.

Orcastra nggak mengubah LXD, Incus, atau MicroCloud menjadi format proprietary. Prinsipnya sederhana:

Your cluster stays your cluster.

Deployment

4 PERTANYAAN

Orcastra SaaS atau self-hosted?

Self-hosted. Kamu install Orcastra di infrastructure kamu sendiri.

Nggak ada kewajiban connect ke hosted Orcastra service.

Orcastra deploy pakai apa?

Deployment Orcastra menggunakan Docker. Stack control plane terdiri dari beberapa service seperti:

frontend backend PostgreSQL Redis log shipper

Secrets dan credential sensitif dapat disimpan menggunakan HashiCorp Vault.

Harus install agent di setiap VM?

Nggak. Orcastra berkomunikasi dengan cluster melalui API platform.

Untuk console dan terminal, Orcastra menggunakan channel yang tersedia dari cluster tanpa bergantung pada SSH guest.

Cluster harus punya public IP?

Yang penting Orcastra control plane bisa berkomunikasi dengan API cluster.

Desain network-nya bebas mengikuti environment kamu. Cluster tidak harus dibuka langsung ke internet hanya supaya bisa dikelola Orcastra.

Instance

3 PERTANYAAN

Bisa create instance langsung dari Orcastra?

Bisa. Kamu bisa menentukan berbagai configuration dari satu halaman, termasuk:

instance type image node project CPU memory storage network GPU passthrough cloud-init snapshots security policy migration settings boot order

Orcastra sengaja menghindari wizard panjang yang bikin setting penting baru kelihatan setelah beberapa langkah.

Bisa pilih node sebelum deploy?

Bisa. Setelah node dipilih, Orcastra membaca resource yang tersedia di node tersebut.

Jadi pilihan seperti network, storage pool, dan GPU device bisa disesuaikan dengan kemampuan node tujuan.

Bisa lihat progress provisioning?

Bisa. Browser menerima progress dari event stream cluster melalui WebSocket.

Jadi kamu bisa lihat proses provisioning tanpa perlu refresh halaman berkali-kali.

Console & Terminal

4 PERTANYAAN

Instance nggak punya SSH. Masih bisa masuk?

Bisa. Terminal Orcastra nggak bergantung pada SSH daemon di dalam instance.

Artinya instance tetap bisa diakses meskipun:

SSH belum terinstall SSH rusak nggak ada public IP network guest bermasalah port SSH nggak dibuka

Virtual machine gagal boot. Bisa recovery dari Orcastra?

Bisa. Kamu bisa membuka graphical console langsung dari browser.

Untuk VM, kamu juga bisa melakukan hal seperti:

melihat boot process masuk console attach ISO boot ke firmware melakukan recovery

Bisa buka beberapa terminal sekaligus?

Bisa. Terminal dan console muncul sebagai floating session di dashboard.

Jadi kamu bisa buka terminal server A, console server B, dan tetap pindah halaman tanpa kehilangan session.

Bisa transfer file ke instance?

Bisa. File bisa dikirim ke instance melalui terminal session tanpa harus membuka SSH atau service tambahan di guest.

Networking & Storage

3 PERTANYAAN

Bisa manage network?

Bisa. Orcastra dapat menampilkan dan mengelola resource seperti:

virtual networks physical interfaces bridges loopbacks ACL IPv4 IPv6 IP allocation

IPAM juga membantu melihat address digunakan oleh instance, MAC address, dan project mana.

Bisa manage storage?

Bisa. Orcastra bisa bekerja dengan storage pool dan volume yang tersedia di cluster. Kamu bisa melakukan operasi seperti:

melihat kapasitas create volume resize volume attach volume delete volume snapshot restore snapshot

Bisa upload ISO dan image?

Bisa. Image dan ISO bisa di-upload ke cluster.

Upload besar menggunakan resumable upload, jadi kalau koneksi putus kamu nggak harus mulai lagi dari nol.

Project & Multi-Tenancy

3 PERTANYAAN

Orcastra bisa dipakai buat cloud provider?

Bisa. Orcastra punya konsep organization, project, policy, dan cluster binding yang memang berguna untuk environment multi-tenant.

Service Provider bisa menggunakan Orcastra sebagai control plane untuk infrastructure yang mereka tawarkan ke customer.

Bisa kasih quota per customer?

Resource limit dapat diterapkan melalui project. Misalnya untuk:

CPU memory storage

Project juga bisa menjadi boundary isolation untuk resource seperti network, image, profile, dan storage.

Bisa branding buat customer?

Bisa. Organization dapat memiliki branding sendiri seperti:

application name tagline logo favicon accent theme footer

Jadi service provider nggak harus menampilkan interface generik ke semua customer.

Security

5 PERTANYAAN

Login dan identity management-nya bagaimana?

Orcastra bisa menggunakan external identity provider melalui OAuth2 / OIDC.

Role dan group dari identity provider kemudian digunakan untuk menentukan access di Orcastra.

Ada RBAC?

Ada. Access bisa diatur berdasarkan resource. Contohnya user tertentu hanya boleh:

melihat cluster operate instance membuka console snapshot transfer file

Scope-nya bisa dibatasi sampai cluster, project, atau instance.

Admin otomatis bisa masuk semua tenant?

Nggak harus. Orcastra punya konsep break-glass access untuk kondisi ketika admin memang perlu masuk ke environment tenant.

Access ini:

harus disengaja punya justification bisa dibatasi waktu dicatat bisa dilihat tenant

Jadi emergency access bukan berarti admin punya permanent access ke semuanya.

Credential cluster disimpan di mana?

Credential sensitif dapat disimpan menggunakan HashiCorp Vault.

Private key tidak perlu disimpan sebagai plain file di filesystem dashboard.

Ada audit log?

Ada. Orcastra mencatat aktivitas supaya kamu bisa tahu:

siapa melakukan sesuatu ke cluster mana resource mana kapan dilakukan

Untuk environment yang butuh accountability, ini jauh lebih berguna daripada sekadar membaca shell history seseorang.

API & Automation

3 PERTANYAAN

Semua fitur bisa diakses lewat API?

Orcastra dirancang API-first. Fungsi yang tersedia melalui console juga diekspos melalui API sehingga bisa digunakan oleh:

internal portal automation billing system provisioning system third-party tools

API key bisa dibatasi?

Bisa. API key bisa punya:

scope access level expiry project restriction

Key juga bisa dicabut kapan saja.

Bisa kasih API access tanpa full admin?

Bisa. Capability bisa diberikan secara granular. Contohnya:

inventory.read Baca cluster, project, instance, dan capacity.
lxd.proxy Akses cluster API melalui Orcastra.
storage.upload Upload image atau ISO.
instance.exec Jalankan command di dalam instance.
instance.files Baca atau tulis file di instance.
tenant.provision Provision tenant, project, dan instance.

Nggak semua integration harus dikasih akses admin.

AI & MCP

3 PERTANYAAN

Orcastra punya AI sendiri?

Nggak. Orcastra bukan AI model dan nggak menjalankan LLM di control plane.

Terus fungsi MCP di Orcastra buat apa?

Orcastra menyediakan MCP Server supaya AI assistant atau agent yang sudah dipakai tim kamu bisa membaca infrastructure melalui Orcastra.

Misalnya agent bisa bertanya:

cluster apa saja yang aktif? node mana yang resource-nya mulai penuh? instance apa yang jalan di project tertentu? cluster mana yang punya warning? berapa total CPU atau memory di region tertentu?

Access tetap menggunakan capability dan scope yang kamu tentukan.

AI agent langsung bisa mengubah infrastructure?

Default-nya jangan. Capability diberikan satu per satu.

Agent bisa mulai dari read-only access, lalu kamu sendiri yang memutuskan apakah perlu memberi kemampuan lebih jauh.

AI nggak otomatis dapat kunci kerajaan.

Monitoring & Operations

3 PERTANYAAN

Orcastra punya monitoring?

Ada monitoring untuk melihat telemetry infrastructure seperti:

CPU memory storage network node state top resource consumers cluster warnings

Data dibaca dari cluster yang dikelola Orcastra.

Bisa monitor certificate expiry?

Bisa. Orcastra menampilkan certificate beserta:

issuer issue date expiry date days remaining

Certificate yang mendekati expiry bisa memunculkan warning sebelum akhirnya menjadi outage yang sebenarnya bisa dicegah.

Certificate otomatis di-rotate?

Orcastra tidak diam-diam mengganti credential tanpa kamu tahu.

Renewal tetap merupakan tindakan yang terlihat dan bisa dikontrol operator.

Open source

4 PERTANYAAN

Orcastra benar-benar open source?

Ya. Orcastra dirilis di bawah GPLv3 dan repository-nya tersedia secara publik.

Ada enterprise edition yang source-nya ditutup?

Nggak. Software Community dan customer yang membeli Enterprise Support tetap menggunakan Orcastra yang sama.

Nggak ada:

enterprise-only module fitur penting yang dikunci license key untuk unlock fitur versi proprietary terpisah

Jadi Enterprise bayar apa?

Kamu bayar support, bukan software tambahan. Enterprise Support memberikan hal seperti:

priority queue agreed response time SLA bantuan deployment upgrade assistance troubleshooting Orcastra

Software-nya tetap sama.

Kalau nggak mau bayar support?

Ya pakai gratis. Download, install, deploy ke production, bahkan gunakan untuk melayani customer kamu.

Nggak ada masa trial yang tiba-tiba expired.

Kalau butuh bantuan, komunitas bisa berdiskusi melalui Discourse dan issue bisa dilaporkan melalui GitHub.

Support

1 QUESTION

Siapa yang menyediakan Enterprise Support?

Enterprise Support Orcastra didistribusikan oleh PT Sivali Catur Lestari — Sivali Cloud Technology.

Untuk quotation, scoping, dan support agreement: Layanan Cloud ORCA →

Masih ada pertanyaan?

Nggak ketemu jawabannya?

Bagus. Berarti mungkin pertanyaannya memang layak masuk FAQ ini.

Kalau menemukan bug, buka issue di GitHub. Kalau sudah tahu cara memperbaikinya, pull request lebih kami suka lagi.

Open source works better when the people running it help shape it.