Infrastructure tersebar itu normal.
Operations yang kepecah nggak seharusnya.
Tiap cluster punya tab sendiri, credential sendiri, endpoint sendiri.
Kondisi estate baru kelihatan setelah nanya ke beberapa orang sekaligus.
Estate yang sama, bisa diakses dari satu tempat, di bawah satu policy.
Operational visibility jadi terpusat. Monitoring yang sudah kamu punya tetap jalan di tempatnya.
Di mana Orcastra cocok dipakai?
Pilih situasi yang paling mirip dengan infrastructure kamu.
Server kamu. Cloud kamu. Satu tempat buat ngelolanya.
Jakarta ada cluster. Surabaya ada cluster. Yang jagain tetap satu tim.
Jual cloud kamu, bukan dashboard vendor kamu.
Banyak customer, banyak cluster, satu operations team.
Buktikan siapa akses apa, dan atas wewenang siapa.
Developer butuh VM, bukan ticket tiga hari.
GPU mahal. Minimal tahu siapa yang pakai.
Server down, network mati, SSH ikut hilang.
Bangun private cloud.
Jangan bikin tim infra tambah pusing.
Kamu punya server sendiri. Kamu ingin virtual machine dan container tetap jalan di infrastructure sendiri.
Tapi kamu juga nggak mau setiap node, cluster, project, network, dan storage harus dikelola satu per satu.
Orcastra menjadi management layer di atas LXD, Incus, atau MicroCloud.
VM, container, network, storage, project, dan cluster dalam satu tempat.
Kelola banyak cluster sekaligus, apa pun platform-nya.
Tim berbeda bisa punya akses berbeda, dibatasi per resource.
Kelihatan siapa melakukan apa, di cluster mana, dan kapan.
Underlying cluster tetap native. Nggak ada yang ditulis ulang.
Matikan Orcastra dan cluster tetap jalan.
Jakarta ada cluster.
Surabaya ada cluster.
Yang jagain tetap satu tim.
Infrastructure tumbuh berdasarkan lokasi, kebutuhan bisnis, atau project.
Akhirnya satu tim harus buka banyak dashboard, VPN, terminal, dan spreadsheet cuma buat tahu kondisi semuanya.
Orcastra membuat semua site terlihat sebagai satu infrastructure estate.
Site mana yang online, dan mana yang berhenti merespons.
Berapa compute yang benar-benar masih tersedia, per zone.
Node mana yang unreachable, disebut namanya bukan diratakan.
Certificate cluster mana yang segera expire, sebelum jadi outage.
Jual cloud kamu.
Bukan dashboard vendor kamu.
Local cloud provider nggak harus bikin seluruh control plane dari nol.
Orcastra bisa menjadi infrastructure layer di belakang layanan cloud yang kamu jual.
Infrastructure kamu. Customer kamu. Brand kamu.
Environment tiap customer tetap terpisah dari yang lain.
Boundary network, image, profile, dan storage di dalam satu cluster.
Alokasi CPU, memory, dan storage per customer, dicek terhadap kapasitas node.
Sambungkan portal kamu sendiri tanpa kasih akses admin.
Logo kamu, brand kamu, customer experience kamu.
Masuk ke console customer harus disengaja, tercatat, dan kelihatan sama mereka.
Sudah mengoperasikannya?
Terbitkan kapasitasnya di OrcaHub.
Orcastra memberi provider control plane, tapi tidak memberi pelanggan. OrcaHub adalah separuh lainnya: marketplace tempat provider independen menampilkan kapasitas dan developer men-deploy di atasnya.
Karena OrcaHub memakai Orcastra sebagai control plane rujukan, provider yang sudah menjalankannya mulai dari tempat yang familiar. Cluster tetap native dan di bawah kendali Anda; yang berubah adalah siapa yang bisa menemukannya.
- 01Tetap beroperasi
Cluster, project, dan kuota tetap di Orcastra, dengan RBAC dan audit trail yang sama.
- 02Tentukan penawaran
Putuskan region mana serta berapa CPU, RAM, dan storage yang dijual sebagai resource pool, dan berapa harganya.
- 03Tayang di marketplace
Resource pool yang disetujui tampil di hub.orca.id bersama provider lain. Order dan billing berjalan lewat OrcaHub.
Cara OrcaHub melakukan onboarding Service Provider ↗Federasi di baliknya, di orca.id ↗
Banyak customer.
Banyak cluster.
Satu operations team.
Customer A pakai MicroCloud. Customer B pakai LXD. Customer C pakai Incus.
Semua environment berbeda. Yang ditelepon ketika ada masalah tetap tim kamu.
Cluster semua customer dalam satu inventory, tanpa login terpisah buat masing-masing.
Nggak ada credential admin permanen yang nangkring di password manager selamanya.
Apa yang boleh dilakukan engineer kamu dibatasi per customer, bukan diberikan global.
Setiap session tercatat ke customer yang disentuhnya.
Managed service seharusnya bikin customer tetap punya kontrol, bukan maksa mereka menyerahkan semua admin credential secara permanen.
Auditor nggak cuma tanya:
“Sistemnya aman?”
Mereka nanya hal yang spesifik, dan jawabannya harus sudah ada sebelum ditanya.
Modernize the stack.
Tetap bisa dipahami.
Untuk perusahaan yang mulai membangun private cloud berbasis open source atau mengurangi ketergantungan pada virtualization stack proprietary.
Orcastra mengelola target infrastructure setelah workload sudah jalan di LXD, Incus, atau MicroCloud. Orcastra sendiri nggak melakukan migrasinya.
Developer butuh VM.
Jangan suruh buka ticket tiga hari.
Kasih tiap engineer satu project, satu shell, dan token yang di-scope, dan kasih platform team satu tempat buat lihat semuanya.
Portal-nya provisioning pakai key yang cuma bisa akses project yang kamu sebut.
Platform team punya satu inventory buat semua environment yang disentuh developer.
GPU mahal.
Minimal tahu siapa yang pakai.
Untuk enterprise AI lab, university AI center, GPU private cloud, ML team, atau research infrastructure.
Orcastra menampilkan GPU apa yang benar-benar terpasang di node dan bisa passthrough. Orcastra bukan scheduler dan nggak melaporkan angka utilization.
Kalau node nggak punya GPU, picker-nya bilang langsung ketimbang nampilin list kosong.
Card apa yang ada, di node mana, dan berapa yang masih belum kepakai.
Pilih GPU fisik di node tujuan, atau masukkan PCI address.
Instance GPU dimiliki sebuah project, jadi alokasinya jelas punya siapa.
Satu infrastructure.
Banyak lab, dosen, mahasiswa, dan project.
Compute yang dipakai bersama, dibagi jadi project dengan boundary dan limit masing-masing.
Server down.
Network mati.
SSH ikut hilang.
Kadang dashboard aja nggak cukup. Kamu cuma butuh jalan buat masuk lagi ke mesinnya.
Console dan terminal jalan lewat channel milik cluster, jadi nggak perlu public IP, nggak perlu SSH daemon, dan nggak perlu network guest yang sehat.
root@recovery-01:~# mount -o remount,rw / root@recovery-01:~#
Channel-nya milik cluster, bukan milik network guest.
Nggak ada yang harus di-install atau jalan dulu di dalam instance.
Upload ISO, attach, dan boot ke firmware dari jendela yang sama.
Geser file ke terminal dan file-nya mendarat di dalam instance.
DR site yang cuma dicek setahun sekali
bukan DR strategy.
Orcastra nggak melakukan replication dan nggak menggantikan sistem DR orchestration. Orcastra memberikan visibility dan operational access ke recovery infrastructure.
Tim infrastructure cuma empat orang.
Server-nya sudah ratusan.
Infrastructure boleh besar. Operations team nggak harus ikut membengkak.
Biar AI baca infrastructure.
Jangan langsung kasih dia root.
Orcastra bukan model-nya. Nggak ada LLM yang jalan di dalam control plane.
Orcastra menyediakan MCP server, jadi assistant yang sudah dipakai tim kamu bisa baca estate lewat key yang kamu scope dan bisa kamu cabut.
Agent mulai dengan cuma bisa nanya apa yang ada, nggak lebih.
Tiap capability itu grant terpisah, bukan role yang otomatis bawa sisanya.
Panggilan agent tercatat beserta pelaku dan hasilnya, sama seperti manusia.
Cabut key-nya dan semua agent yang megang langsung berhenti saat itu juga.
Capability apa yang paling dipakai di tiap situasi.
Semua capability tersedia di setiap deployment. Ini cuma peta mana yang biasanya dipakai lebih dulu di tiap situasi.
Industri berbeda.
Problem operational-nya sama.
Entah kamu enterprise, cloud provider, MSP, university, government, research center, telco, bank, atau manufacturer — problem-nya biasanya sama.
Infrastructure tersebar. Tools terlalu banyak. Access makin sulit dikontrol. Dan semakin besar environment-nya, semakin sulit menjawab pertanyaan sederhana.
Apa yang kita punya?
Di mana?
Siapa yang bisa akses?
Apa yang sedang bermasalah?
Berapa capacity yang masih tersedia?
Orcastra menjawab kelimanya dari satu tempat.
Infrastructure yang sama.
Operating layer yang lebih baik.
Tiga platform di bawah, satu operating model di atas. Pilih per site, kelola sebagai satu.
Virtual machine dan system container dalam satu platform.
Private cloud stack ringkas yang dibangun dari LXD, MicroCeph, dan MicroOVN.
System container dan virtual machine manager yang digerakkan komunitas.
Orcastra nggak mengambil alih
infrastructure kamu.
LXD tetap LXD. Incus tetap Incus. MicroCloud tetap MicroCloud.
Workload kamu tetap di platform aslinya, dalam format aslinya.
Matikan Orcastra dan cluster tetap jalan persis seperti sebelumnya.
GPLv3, dengan repository publik dan tanpa contributor licence agreement.
Satu control plane.
Infrastructure kamu tetap punya kamu.
Kelola LXD, Incus, dan MicroCloud lintas cluster, site, tim, dan customer.